Jokowi Ajak Semua Pihak Dukung Sensus Penduduk 2020

Admin 28 Januari 2020 11:29:52 WIB

Jumat, 24 Januari 2020, merupakan satu hari penting dalam sejarah mencatat Indonesia. Pada hari itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mencanangkan pelaksanaan Sensus Penduduk tahun 2020 (SP 2020).

SP 2020 yang adalah sensus ketujuh yang dilaksanakan Indonesia sejak pertama kali diselenggarakan pada 1961. Sensus ini diharapkan menghasilkan satu data kependudukan yang dapat digunakan sebagai acuan untuk membuat beragam kebijakan. Dalam arahannya, Jokowi menekankan lagi betapa pentingnya data yang akurat untuk menyusun perencanaan yang benar, membuat keputusan yang tepat, dan mengeksekusi program yang tepat sasaran.

“Data sekarang ini adalah jenis kekayaan baru. Saat ini data adalah new oil, bahkan lebih berharga dari minyak. Data yang valid adalah kunci kesuksesan pembangunan sebuah negara,” kata Jokowi.

 

Sebagai penanggung jawab kegiatan Sensus Penduduk 2020, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menyampaikan beberapa hal terkait persiapan SP 2020. Dalam laporannya, Suhariyanto menjelaskan bahwa BPS melaksanakan SP 2020 secara terintegrasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Disampaikan pula, tema yang diusung dalam SP 2020 ini adalah “Mencatat Indonesia, Menuju Satu Data Kependudukan untuk Indonesia Maju”.

Terdapat dua tujuan utama SP 2020. Pertama, menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menurut de facto dan de jure. Kedua, menyediakan parameter demografi (fertilitas, mortalitas, dan migrasi) serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk dan berbagai indikator tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Data hasil SP 2020 tidak hanya bermanfaat untuk membuat perencanaan di masa kini, tetapi juga mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan,” ujar Suhariyanto.

Data adalah bekal yang sangat penting. Persis seperti pesan Bung Karno, janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa lampau atau masa kini akan berguna sekali sebagai cermin untuk melihat masa yang akan datang. Berkaca pada sensus penduduk 2010 misalnya. Data kependudukan dari hasil sensus ini telah digunakan salah satunya untuk membuat proyeksi penduduk Indonesia tahun 2015–2045.

Dari hasil proyeksi ini, terdapat beberapa temuan penting. Misalnya, jumlah penduduk Indonesia akan meningkat dari 267 juta jiwa pada 2019 menjadi 319 juta jiwa pada 2045. Dengan bekal pengetahuan itu, kita bisa membuat perencanaan yang matang mengenai antara lain kebutuhan pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Dari hasil proyeksi penduduk tersebut, kita juga mengetahui bahwa bonus demografi mulai terbuka pada 2012, mencapai puncaknya pada 2021, dan akan tertutup pada 2036. Untuk memanfaatkan bonus demografi di rentang waktu yang tepat, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci penting.

Begitu pula dengan data yang akan dihimpun tahun ini. Data kependudukan ini akan sangat berguna untuk menentukan kebijakan atau langkah yang harus diambil dalam rangka mempersiapkan apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan sebaik-baiknya.

Inovasi SP 2020

Sensus Penduduk 2020 akan dilakukan secara berbeda dengan sensus-sensus sebelumnya. Dengan pertimbangan terkait mobilitas penduduk yang tinggi, semakin baiknya kualitas data registrasi, dan kemajuan teknologi, dalam pelaksanaan SP 2020 akan ada dua perubahan mendasar.

Pertama, SP 2020 akan menggunakan metode kombinasi dengan memanfaatkan data Administrasi Kependudukan sebagai data dasar (prelist). Tujuannya, menghasilkan satu data kependudukan. Kedua, pengumpulan data akan dilakukan dengan tiga moda, yaitu computer aided web interviewing (CAWI), computer assisted personal interviewing (CAPI), dan pencil and paper interviewing (PAPI).

Moda CAWI digunakan dalam sensus penduduk online yang dilaksanakan pada 15 Februari–31 Maret 2020 dengan cara mengakses situs web sensus.bps.go.id. Di sini masyarakat dapat secara aktif dan mandiri berpartisipasi untuk memperbarui data tentang dirinya sendiri dan keluarga. Inovasi ini memberi keleluasaan waktu dan tempat mengisi survei, terutama bagi mereka dengan mobilitas yang tinggi. Apalagi, pengisian data ini dapat pula dengan mudah dilakukan lewat ponsel.

 

sumber : https://kompas.id/baca/adv_post/jokowi-ajak/

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

       Selamat dan Sukses

gambar

Ir. H Soekirman           Darma Wijaya,SE
Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai Periode 2016-2021


Layanan Mandiri


Silahkan datang / hubungi perangkat desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi Bingkat

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Sinergitas Program

Visi Misi Desa Bingkat

Visi Desa Bingkat adalah : "Terwujudnya Masyarakat Desa yang Mandiri, Makmur, Sejahtera dan berkeadilan yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai dan aparatur pemerintah yang handal"